tlatah merapi online

Tepat Setahun

Hari ini tepat setahun saya mulai ngeblog. Setuju dengan artikel teman saya Oglek, bahwa ngeblog dapat dibagi manjadi 3 periode. Periode itu jika boleh saya analogikan lain adalah seperti sebuah keluarga.

Pada masa awal pernikahan adalah masa-masa dimana semuanya terasa indah dan menyenangkan. Permasalahan yang ada dengan cepat bisa teratasi dan hidup terasa amat menyenangkan.

Periode berikutnya adalah ketika pernikahan itu telah dikaruniai momongan (anak). Pada masa ini kesabaran masing-masing semakin ditempa. Pematangan rencana masa depan yang lebih jelas dan pendewasaan diri mutlak diperlukan. Jatuh bangun membesarkan si buah hati dan beratnya tanggung jawab tak akan terasa manakala melihat tumbuh kembangnya.

Masa berikutnya yang sulit adalah ketika masing-masing mengalami yang namanya puber kedua. Hampir setiap orang (bukan berarti semua), baik yang menyadarinya atau yang tidak, akan mengalami masa-masa ini. Ada yang dengan mudah bisa mengatasinya, namun ada pula yang pada masa ini permasalahan yang mengancam keutuhan keluarga menjadi semakin menonjol. Read more »

Sebelum setahun

Akhirnya hari ini saya bisa update lagi meskipun baru sekedarnya setelah lebih setengah bulan saya tinggalkan blog ini. Tentunya bukan karena saya bosan ngeblog atau malas update atau karena sedang buntu ide. Ide kan bisa datang dari mana saja to. Rupanya kesibukan dunia nyata saya menyita waktu dan kesehatan saya sehingga saya memerlukan istirahat yang cukup (kata pak dokter) serta banyak dengerin musik (kata siapa ya..). Maaf pada poro sedulur kalau saya akhir-akhir ini jarang berkunjung ke blog sampeyan.

Next post –> coming soon

Budayakah Kekerasan?

Entah  apa yang mendasari 2 pemuda ini,  sehingga perkelahian tak terhindarkan. Di tengah gerimis dan tanah becek mereka saling pukul, bergulat di lumpur sampai akhirnya bapak-bapak polisi melerai dan mengamankan mereka. Apakah mereka bisa menikmati musik yang di bawakan oleh band ibu kota malam ini atau tidak, saya tidak tahu. Tapi yang pasti kedua pemuda ini langsung dimasukkan ke mobil polisi yang stand by di lokasi lalu dibawa pergi.

Ini terjadi saat saya dan anak saya nonton konser musik yang bintang tamunya adalah Five Minutes. Meskipun gerimis dan lapangan becek namun jelas  terlihat  lapangan yang penuh sesak.  Pertunjukan berjalan seru, penonton ikut menyanyikan lagu “Teman Biasa” yang sedang dibawakan. Konser Five Minutes ini memang asik dinikmati meskipun gerimis. Lagu yang berikutnya berjudul “Ambilkan Bulan” yang di aransemen ulang oleh band ini berhasil membuat penonton di bagian depan seperti kesetanan. Tak dihiraukan lagi lumpur yang menggenang di depan panggung.  Lalu entah karena sebab apa, tiba-tiba penonton bagian depan buyar seperti membuat lingkaran. Ternyata di tengah lingkaran penonton ada yang sedang adu jotos.

Read more »

Oelil's blog is powered by Wordpress | WordPress Themes