Nikmatnya di kampung
Setelah disibukkan dengan berbagai keperluan mudik dan balik, akhirnya sampai juga saat untuk kembali beraktifitas. Tak ketinggalan aktifitas ngeblog. Posting kali ini masih menceritakan momen Lebaran kemarin.
Rasa capek dan stres akibat perjalanan mudik kemarin ternyata tak lama terasa setelah bertemu dengan orang tua, sanak famili, teman-teman lama dan mantan pacar
hehehe
.
Singkat cerita (kalau diceritakan perjalanan dari JKT ke MTL
bakal kepanjangan
), begitu sampai di kampung halaman kemarin setelah melepas rindu sama keluarga…. bukannya istirahat tapi malah langsung keluyuran bareng temen-temen di kampung. Maklumlah udah lama tidak ketemu. Kegiatan itu yang selalu aku lakukan setiap pulang kampung. Kalau gak nongkrong bareng, cari tontonan ke desa lain, naik gunung . kalau gak ya pasti berkumpul lagi di rumah temen yang selalu jadi base kamp kami.
Para orang tuapun seolah sudah maklum dengan tingkah anak-anaknya yang gak bener. Terlebih di momen lebaran ini yang hampir sebagian besar temen-temenku merantau banyak yang pulang mudik menambah ramai suasana desa.
Kebetulan kemarin sampai di kampung udah malam, jadi yang kulakukan ya nongkrong bareng dan kumpul-kumpul di rumah temen. Berbagi cerita, pengalaman, atau menggali lagi cerita lama antara kami yang sering mengundang gelak tawa dan cengengesan.
Keesokan harinya di hari Idul Fitri ke 2, karena aku datangnya telat karena berbagai hal maka baru bisa bersilaturahmi atau ujung ke rumah mbok dhe – pak dhe, simbah, pak lek – bu lek, dan tetangga-tetangga di seluruh desaku. (ujung adalah acara silaturahmi semacam halal bihalal dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh yang muda kepada yang di tuakan dengan maksud untuk melebur kesalahan-kesalahan)
Setelah lama tidak bertatap muka dengan orang-orang desaku, ternyata mereka sudah banyak berubah. Yang tadinya masih kecil sekarang sudah tinggi menjulang dan yang sudah tua berubah semakin tua tentunya…tapi ada yang tidak berubah dari masyarakat desaku… yaitu keramahan dan kepolosan. Maklumlah desaku termasuk desa di pelosok yang mayoritas orang-orangnya bertani. Dan pada umumnya masyarakat petani tidak suka yang aneh-aneh ( ? ) tapi lebih mengutamakan rasa gotong royong, tepo sliro, hidup opoanane, keramah tamahan dan lain sebagainya yang mencirikan pola hidup orang desa.
Huuuh jadi gak mau kembali lagi ke Tangerang kalau begini. Suasananya yang teduh dan nyaman, meskipun banyak keterbatasan dibandingkan kota seperti Tangerang, namun desaku begitu memikat hati. Arti suasana desa mungkin berbeda bagi masing-masing orang…. karena suasananya tentu juga berbeda di masing-masing daerah…
18 Comments
Other links to this post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
.-= ciwir´s last blog ..Amprokan...





By bundadontworry, September 28, 2009 @ 8:49 pm
Duh, senangnya ya Mas Oelil mudik dan bisa bertemu
kembali dgn seluruh keluarga dan teman2.
Kalau saya tidak pernah mudik, krn ortu ada di Bogor, jadi dr Tangerang hanya 45 menit saja lewat tol jagorawi.
Dan, ada senangnya juga, walaupun tidak mudik, namun sewaktu bersilaturahim di jakarta kerumah tante2, om, sepupu dan kerabat lainnya, jalanan lancaaaaaaaar, tidak ada macet.
Salam.
Balas
oelil Reply:
September 28th, 2009 at 8:59 pm
@bundadontworry, hoo o ya Bunda…. aku lihat di tv jalanan jakarta sepi..bisa buat main bola… btw walau ke Bogor tetep namanya mudik dong bunda…hehehe
Makasih ya dah berkunjung…sukses selalu..
Balas
By masoglek, September 28, 2009 @ 10:55 pm
mudike ra sah wong rung sungkem ro aku
Balas
Oelil Reply:
September 29th, 2009 at 2:26 am
@masoglek, jiahahaaaa
nesu ki….hehehe sori glek…
Balas
By alamendah, September 28, 2009 @ 11:50 pm
Untuk lisan yang mungkin telah salah berucap, Untuk janji yang belum dan tidak bisa ditepati. Untuk prasangka yang kadang timbul dihati. Untuk komentar yang kurang berkenan, yang ungkin pernah saya berikan, dengan setulus hati, saya mohon di maafkan lahir batin. Saya dan Alamendah’s Blog mengucapkan, Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H.
Balas
By KangBoed, September 29, 2009 @ 12:38 am
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi..
salam sayang
Balas
By KangBoed, September 29, 2009 @ 12:42 am
Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
Malam penghujung hari yang indah ini
Genderang Perang sudah di tabuh.
Pekik Kemenangan dikumandangkan
Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
Suara Riang Gembira berkeliling kota
Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih
Tiada kata yang terungkap lagi
Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
” Kang Boed Sekeluarga “
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Balas
By KangBoed, September 29, 2009 @ 12:45 am
mudah mudahan semangat lebaran.. semangat persahabatan dalam CINTA dan KASIH SAYANG terus melekat.. dan bertumbuh
salam sayang untukmu
Balas
By mapuc, September 29, 2009 @ 4:21 am
wah yang lagi asik mudik he he
Balas
By KangBoed, September 29, 2009 @ 10:39 am
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Balas
By KangBoed, September 29, 2009 @ 10:39 am
dooooooooooooooh jadi pengen mudik lagi yaaak
Balas
By AlexAxe, September 29, 2009 @ 1:05 pm
Ugh, I liked! So clear and positively.
AlexAxe
Balas
By Zico Alviandri, September 29, 2009 @ 3:18 pm
Iya… di kampung rasanya lepas semua beban pekerjaan. Cuma… yang namanya tanggung jawab, gak bisa kita lari begitu aja.
Balas
By Larejawi, September 30, 2009 @ 6:22 pm
saya juga kalo dah pulang ke Salatiga maleessssss banget balik ke Tangerang lagi.
Ngemeng2 tangerangnya mana Kang Oelil
Balas
By Oelil, September 30, 2009 @ 6:58 pm
aku di citra raya mas…. mas’e posisi di mana ki…
Balas
Larejawi Reply:
September 30th, 2009 at 7:24 pm
@Oelil, aku di Kampung Melayu Teluknaga kang
tapi saya baru kok di tangerangnya
Balas
By Oelil, September 30, 2009 @ 7:33 pm
wooo cedak tanjung pasir kono yo…ra mati lampu po…kan entuk giliran pemadaman listrik to
Balas
By kuz09, October 13, 2009 @ 12:53 pm
Sama dong dengan aku baru mudik… emang betoel enak di kampung… tapi di kampoeng suseh cari doku..hehehe….
Balas