Hari ini saya update lagi blog ini setelah lama pasif gak online lagi. Ternyata kangen juga setelah lama tidak menyambangi konco2 sekalian. Kemarin siang saat saya baru akan menghidupkan komputer bermaksud untuk online, tiba-tiba hape saya berdering dengan nada dering “Beraksi” dari Kotak Band. Semula saya kira panggilan dari teman saya Oglek yang semaleman missed call sampai 3 kali. Tapi ternyata panggilan dari adik saya di kampung.
Setelah saya angkat, yang berbicara bukan adik saya melainkan ibu saya. Dari nada suaranya saya sudah bisa memperkirakan ada hal terjadi pada keluarga saya di kampung. Dan ternyata benar, Ibu memberitahukan bahwa Bapak sedang sakit sudah hampir 10 hari. Bapak memang mempunyai penyakit kronis di ususnya. Namun biasanya setelah di bawa berobat ke dokter langganannya akan segera sembuh. Tapi untuk kali ini sudah hampir 2 minggu belum juga sembuh.
Setelah berita itu, saya merasa sedih bercampur bingung. Komputer yang sudah saya hidupkan tadi langsung saya shutdown lagi. Entah kenapa jadi gak bersemangat untuk online. Tak henti-hentinya saya berdoa memohon kesembuhan untuk Bapak. Semoga cepat sembuh Pak’e.
Enggak biasanya saya melototin TVRI dan gak ganti-ganti chanel lain meskipun ada riuh renyahnya berita politik di stasiun tipi yang lain. Itu karena tadi ada topik yang menarik perhatian saya di Bincang Malam” yang di pandu oleh presenter cantik Olga Lidya. Yaitu tentang “Pola Makan Terbalik”. Saya mendapat banyak pencerahan dari dialog itu karena saya memang tidak banyak mengerti tentang gizi. Sambil nonton, saya manthuk-manthuk sendiri. Pola makan terbalik ini menurut nara sumbernya (dr. Subagyo – seorang dokter ahli gizi dan juga anggota Komisi IX DPR RI), adalah pemberian jenis makanan yang terbalik ditilik dari usia dan kebutuhan gizinya.
Jika ada mitos ibu yang sedang dalam masa menyusui gemar atau memperbanyak makan sayuran seperti daun katu yang dipercaya memperbanyak ASI, sehingga membuat bayi gemuk dan sehat, maka hal itu menurut nara sumbernya adalah benar tapi tidak tepat. Sayur sangat diperlukan karena menyehatkan badan tapi tidak mencerdaskan otak (hnah hlo…). Menurut dr. Subagyo, yang tepat adalah ASI eksklusif harus banyak mengandung 80% protein dan 20% vitamin, karbohidrat. Karena fungsi protein mencerdaskan otak dan vitamin, karbohidrat menyehatkan badan. Read more »
Entah apa yang mendasari 2 pemuda ini, sehingga perkelahian tak terhindarkan. Di tengah gerimis dan tanah becek mereka saling pukul, bergulat di lumpur sampai akhirnya bapak-bapak polisi melerai dan mengamankan mereka. Apakah mereka bisa menikmati musik yang di bawakan oleh band ibu kota malam ini atau tidak, saya tidak tahu. Tapi yang pasti kedua pemuda ini langsung dimasukkan ke mobil polisi yang stand by di lokasi lalu dibawa pergi.
Ini terjadi saat saya dan anak saya nonton konser musik yang bintang tamunya adalah Five Minutes. Meskipun gerimis dan lapangan becek namun jelas terlihat lapangan yang penuh sesak. Pertunjukan berjalan seru, penonton ikut menyanyikan lagu “Teman Biasa” yang sedang dibawakan. Konser Five Minutes ini memang asik dinikmati meskipun gerimis. Lagu yang berikutnya berjudul “Ambilkan Bulan” yang di aransemen ulang oleh band ini berhasil membuat penonton di bagian depan seperti kesetanan. Tak dihiraukan lagi lumpur yang menggenang di depan panggung. Lalu entah karena sebab apa, tiba-tiba penonton bagian depan buyar seperti membuat lingkaran. Ternyata di tengah lingkaran penonton ada yang sedang adu jotos.
Read more »
Tags: band, Budaya, fighting, five minutes, job, kekerasan, konser, kurikulum, musik, pelajaran, tawuran
Posted in Berita, Budaya, Indonesia | oelil January 31, 2010 | Comments (48)
Recent comment