About Muntilan
Tidak adil rasanya jika aku tidak membuat postingan tentang kota Muntilan, sedangkan blogku ini adalah blog yang bermarkas di muntilanation[dot]org. Bagiku, kota ini merupakan kota yang indah, sejuk, nyaman, bersahabat dan penuh kenangan. Kota kecil Muntilan memang jauh jika dibandingkan kota seperti Jogjakarta yang sarat budaya atau kota Jakarta yang identik dengan sentuhan modern. Namun di kota ini hampir semua kebutuhan masyarakatnya terpenuhi. Tak heran jika roda perekonomian kota ini selalu ramai berputar terutama di daerah-daerah perekonomian seperti Pecinan dan pasar. Di daerah itu hampir setiap hari ramai dan semakin hari semakin berkembang.
Bagi yang sekarang ini tinggal di kota Muntilan dan bertahun-tahun tinggal di sana mungkin merasa bosan. Tetapi bagi orang yang merantau seperti aku, kota ini memberikan kesan tersendiri. Kesan yang membuat ingin selalu kembali dan menelusurinya.
Sebenarnya aku bukan berasal dari Muntilan, tetapi dari sebuah desa (cah ndeso) 5 km di sebelah utaranya, yaitu Dukun (bukan anak dukun lho..). Perjalanan dari desaku ke Muntilan hanya beberapa menit jika naik angkot atau kopata (orang sono menyebutnya). Jika naik motor bisa lebih cepat lagi.
Dari TK sampai STM aku sekolah di Muntilan. Sekolah dari dulu naik kopata (sebelum kopata angkutan yang digunakan adalah kol). Kol ini berasal dari kata colt yang meleset menjadi kol (lidah orang jawa yang salah kaprah). Dulu naik angkutan jenis ini ketika SD masih Rp 50, sampai saat aku STM menjadi Rp 300,-. Orang bilang masa paling indah adalah masa-masa sekolah ternyata benar 100% bagiku. Banyak kenangan waktu sekolah yang kadang membuat aku cengar-cengir sendiri jika mengingatnya.
Satu yang gak bisa dilupakan juga adalah makanannya yang enak-enak dan murah meriah. Kuliner kota ini memang top markotop, good marsogud (kalo kata Bondan Winarno). Masakan tongseng, brongkos adalah makanan yang selalu kucari jika aku pulang kampung. Dulu aku punya langganan tongseng di depan bioskop Kartika, tongseng mbak par namanya. Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi semenjak lokasi itu diambil alih lagi oleh yang punya tanah yaitu sebuah Klenteng di tengah kota Muntilan.
Wah bisa-bisa terlalu panjang jika membahas soal Muntilan dan membuat bosan pembaca (kalo ada yang baca, hihihi..).
Cukup sekian dulu deh ceritanya, yang pasti kota Muntilan tak akan kulupakan.
Silakan menikmati saja makanan favoritku ini, sekalian tak bawain penjualnya kalau ada yang mau nambah..
9 Comments
Other links to this post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI






By riyan, July 15, 2009 @ 1:40 pm
hueee hehehehehe cuakep betul blog mu mas…..
Balas
By Ndoro Seten, July 17, 2009 @ 9:28 am
Muntilan jarene munthil-munthil ilang!
Balas
By gundul, September 10, 2009 @ 6:22 pm
Om….iku poto ne mbah sopo…uedan lokasine marakke pingin mulih ndeso…
ndisik neng STM opo om…..lha aku seko PL th 83/84.aku duwe konco seko banyu biru jenenge Langgeng Widodo sampean kenal gak……
Balas
oelil Reply:
September 10th, 2009 at 6:51 pm
halo Om Gundul..salam kenal ya… wah nek lulusan th 83/84 berarti kakang kelasku adoh ki..aku lulusan PL th 96. Nek om langgeng aku ra kenal je…ning nek Banyubiru ngerti wong ming ngisorku…aku cah ndukun om…
Balas
By casrudi, September 14, 2009 @ 7:28 pm
Hmmm… Muntilan itu nama kota, saya pikir nama perkumpulan… :)
casrudi´s last blog ..4 Alasan Atasan Meminta Lebih | Era Karyawan Dituntut Serba Bisa 
Namanya desa mas, terbelakang tapi selalu bikin kangen… kelak saya ingin membangun desa saya, mengangkat peradaban yang sekarang relatif tertinggal dari kecamatan…
Balas
oelil Reply:
September 14th, 2009 at 10:35 pm
@casrudi, hehehe…muntilan memang kota kecil tp ngangeni .. kalo muntilanation itu cuma plesetan dari ambisi membabi buta kami warga muntilan yg suka ngeblog
…hehehh
Balas
By gundul, September 16, 2009 @ 5:04 pm
ya…ya..ya,sopo nerti nek ono rejaning jaman biso temu kangen Alumni PL …wah mesti guayeng tenan…….kabare PL piye ….isih dadi lengganan juara to?
Nek adikku yo kabeh lulusan PL……Yoga,Cahyo,Ndaru,Anton Rendra….ono sing kenal ora om…yo….wis sesuk di sambung maneh…….selamat berkarya…….
Balas
Oelil Reply:
September 16th, 2009 at 5:13 pm
@gundul, PL iseh lengganan juara kae.. wah ra ono sing kenal jwe..nek Cahyo kancaku ono sing jenenge Ardi Cahyono…kui pow..
link mu endi…aku nek berkunjung nang ndi…??
Balas